Sistem Penerimaan Murid Baru
Penerimaan Peserta Didik Baru 2027/2028 Telah Dibuka
Pendaftaran DibukaSistem Penerimaan Murid Baru IBS Bandung Terbuka bagi Ikhwan dan Akhwat Level SMP & SMA Tahun Ajaran 2027/2028
Alur Pendaftaran
- 1Mengisi Form Registrasi
- 2Mengisi Tes Kepribadian Pelajar Indonesia (TKPI), bukan psikotes
- 3Mengikuti Tes Diagnostik
- 4Mengikuti Tes Hafalan atau Bacaan Al-Quran
- 5Persiapan Penerimaan
Pertanyaan Umum
IBS Bandung adalah satu-satunya sekolah Islam di Bandung yang: (1) menghadirkan native speaker dari berbagai negara setiap bulan dalam pembelajaran yang bermakna; (2) siswanya siap menulis artikel ilmiah terindeks SINTA; (3) siswanya siap mencari penghasilan secara mandiri (financial independence mindset) untuk membiayai program backpacker di Indonesia atau ASEAN; (4) memiliki kurikulum terintegrasi: Kurikulum Nasional, Kurikulum Soft Skills (growth mindset), dan Global Communication Curriculum; (5) memiliki ekskul barista dengan pelatih bersertifikat internasional barista dan roastery (untuk ikhwan); (6) memiliki kegiatan kewanitaan untuk mendorong karier yang sesuai syariat (untuk akhwat).
IBS Bandung membuka jenjang SMP dan SMA untuk ikhwan, dan untuk akhwat mulai tahun 2027.
IBS Ikhwan seluruhnya berlokasi di Dago Giri (5 menit dari Terminal Dago). IBS Akhwat berlokasi di tengah kota Bandung, saat ini di Jl. Ibrahim Adji No. 42A.
IBS menerapkan kurikulum nasional (Kurikulum Merdeka) yang diintegrasikan dengan kurikulum soft skills dan Global Communication Curriculum (bilingual).
Calon siswa mendaftar dengan mengisi formulir, mengisi Tes Kepribadian Pelajar Indonesia (TKPI, bukan psikotes), mengikuti tes diagnostik, serta mengikuti tes hafalan atau bacaan Al-Quran.
Tidak. Di IBS siswa akan belajar dan bertumbuh dari titik kemampuan mereka masing-masing.
Biaya formulir pendaftaran IBS Bandung sebesar Rp250.000.
Ada. Boarding IBS Bandung tersedia untuk siswa ikhwan sebagai pilihan.
Senin sampai Jumat, pukul 07.00 hingga 15.00 WIB.
IBS Bandung adalah sekolah formal di bawah Kemendikdasmen, bukan PKBM atau paket kesetaraan (non-formal).
Yaziz Abi Sufyan (Konsultan Pendidikan Zhafir, Founder dan pengelola IBS), Dedi Gunawan (Co-Founder IBS Bandung), Uki Kautsar (Pembina IBS Bandung), Ust. Heykal (Penasihat Diniyyah), Ust. Wahab Rajasam (Penasihat Kepengasuhan), Dr. Trubus (Penasihat BK dan Psikolog), dan Dr. Hendar (Penasihat Pembelajaran).
Seluruh guru IBS adalah lulusan perguruan tinggi sesuai bidangnya masing-masing. Banyak di antaranya lulusan UPI dan Magister Pengembangan Kurikulum UPI.
Ya. Kelas ikhwan diampu oleh guru ikhwan, dan kelas akhwat diampu oleh guru akhwat.
Calon peserta didik menyiapkan Kartu Keluarga, akta kelahiran, fotokopi ijazah, dan surat mutasi bagi siswa pindahan.
Ya. Sekolah menyiapkan shuttle jemputan untuk siswa yang tempat tinggalnya jauh.
Ada. IBS memiliki program kolaborasi dengan orang tua seperti Nurture Home, Birrul Walidain, Coffee Talk, dan gathering.
Ada. Organisasi orang tua IBS bernama Humairah (Himpunan Ummahat IBS Rabbaniyyah), dan sekolah mendukung penuh program yang dibuat Humairah.
Ya, kami sangat senang menerimanya. Aspirasi dan masukan dapat disampaikan melalui Humairah atau langsung melalui link aspirasi.
Ada jika terdapat kegiatan atau program sekolah, biasanya hiking/naik gunung dan backpacker.
IBS memiliki ekskul public speaking, barista, Excel dan coding, serta desain grafis/interior.
Tidak. Kegiatan ekskul dilaksanakan pada hari sekolah reguler.
Sangat memfasilitasi. Setiap ada kesempatan, kami mengirim dan memberi kesempatan kepada siswa yang ingin ikut. Untuk lomba yang memungut biaya pendaftaran, sekolah akan mengkajinya terlebih dahulu agar tidak menyalahi syariat.
Kegiatan outing class ada, tetapi tidak melebihi batas safar dan bukan kegiatan alam seperti camping atau hiking.
Penyelesaian masalah dilakukan dengan pendekatan reflektif kepada kedua pihak siswa yang bermasalah: mendamaikan, membuat kesepakatan, dan memberikan konsekuensi yang proporsional.
IBS akan mengambil langkah lebih jauh dengan berdiskusi bersama orang tua, memberikan penanganan khusus melalui psikolog dan dewan penasihat, serta memberikan hukuman yang bersifat menjerakan.
Prioritas pendidikan diarahkan pada pendidikan diniyyah (Islamic), sehingga porsi pertemuan diniyyah lebih banyak dibandingkan pelajaran umum.
Pembelajaran berlandaskan prinsip materi esensial untuk setiap fase pendidikan dan menggunakan pendekatan scaffolding, yaitu guru memberikan bantuan atau bimbingan bertahap lalu menguranginya sedikit demi sedikit seiring meningkatnya kemampuan siswa agar mereka bisa mandiri.
Metode STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, Math) yang disesuaikan dengan pokok bahasan dan karakteristik mata pelajaran.
Ya. Buku pelajaran non-diniyyah menggunakan bahasa pengantar Inggris, sedangkan pelajaran diniyyah menggunakan bahasa pengantar Arab.
Tidak. Buku disusun oleh tim Riset dan Inovasi Kurikulum IBS melalui kajian dan pendekatan sesuai karakteristik sekolah.
Siswa akan dibimbing hingga mampu berbahasa Inggris. Proses latihannya disesuaikan dengan kemampuan awal masing-masing siswa.
Ya. Bahasa Arab mendapatkan porsi waktu dan pengalaman belajar lebih banyak: setiap buku diniyyah disusun dengan pengantar bahasa Arab, dan pelajaran Bahasa Arab berlangsung 2 kali dalam sepekan.
Target lulusan mencakup tiga aspek: afeksi, kognisi, dan keterampilan (skills).
Siswa diarahkan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi negeri atau luar negeri. Selain itu, siswa dibentuk agar mampu menghasilkan uang secara mandiri untuk memenuhi kebutuhannya saat kuliah maupun dewasa.
Melalui buku panduan, persiapan TKA/UTBK, dan persiapan TOEFL ITP.
Jumlah siswa maksimal dalam satu kelas adalah 20 siswa.
Ya, disesuaikan dengan kebutuhan siswa.
Sistem boarding kos: siswa tinggal di sekolah dengan sistem kos-kosan dan dilatih memenuhi kebutuhannya sendiri seperti makan, mencuci, dan lainnya.
Tidak ada catering, baik untuk fullday maupun boarding. Siswa fullday bergiliran memasak nasi, sedangkan lauk pauk bisa dibawa dari rumah. Siswa boarding kos menyiapkan semuanya sendiri secara terjadwal dengan bantuan guru saat memasak.
Program di luar KBM diatur sebagaimana program di pondok pesantren.
Siswa bisa membawa bekal dari rumah. Di IBS ada kegiatan life skills memasak nasi untuk makan siang yang dilakukan siswa secara bergilir; lauk pauk boleh dibawa dari rumah atau dibeli di sekitar sekolah.
IBS menyiapkan laporan perkembangan siswa secara lengkap dari berbagai aspek: report akademik, report hadits, report tahfizh, portofolio, sertifikasi, dan report soft skills.
Penilaian akademik, penilaian bilingual, penilaian portofolio, dan penilaian soft skills.
Tidak secara bebas. Selama jam KBM siswa tidak memegang HP; semua HP dikumpulkan dan dikembalikan saat pulang atau saat ada kebutuhan belajar.
Diperbolehkan bagi siswa yang sudah memiliki SIM. Jika belum memiliki SIM dan tetap memaksakan, hal tersebut di luar tanggung jawab sekolah.
Ya, tetapi akan ada penyesuaian saat foto atau video akhwat dipublikasikan di media sosial.
Biaya jemputan akan disesuaikan dan ditentukan kemudian.
Ada tiga komponen: uang pangkal, biaya kegiatan tahunan, dan biaya bulanan (SPP).
Mengacu pada pembiayaan masuk 2026: Fullday Ikhwan SMP Rp15.500.000 dan SMA Rp16.500.000 (bisa bertahap); Boarding Ikhwan SMP Rp21.000.000 dan SMA Rp22.000.000; Akhwat SMP Rp16.000.000 dan SMA Rp17.000.000 (bisa bertahap). Rincian lengkap ada di halaman SPMB.
SMP sebesar Rp3.900.000 dan SMA sebesar Rp4.300.000. Biaya tahunan dapat dibayarkan 2 kali dalam setahun (per semester).
SPP SMP sebesar Rp1.500.000, SPP SMA sebesar Rp1.550.000, dan SPP boarding sebesar Rp2.500.000.
Ya, uang pangkal sudah termasuk seragam dan buku ajar. Siswa mendapatkan 3 seragam: seragam putih, seragam olahraga, dan seragam batik.
Ya. Seragam pramuka (seperti umumnya) dan seragam muslim untuk hari Jumat disiapkan masing-masing.